12 Oktober 2011

Duet Produktif Ebah dan Buah Hati

Alhamdulillah, masih selalu saja ada insan yang tergerak hatinya untuk melakukan kebajikan yang luar biasa. Dalam dada insan yang tercerahkan ini mungkin tersimpan niat untuk melakukan amal yang bermanfat nyata dalam kehidupan dan pahalanya akan terus mengalir sepanjang masa. Sebagian dari insan-insan ini mungkin terinspirasi dengan Hadits Nabi yang berbunyi : “Apabila anak adam (manusia) wafat, terputuslah amal perbuatannya, kecuali dari tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu pengetahuan yang dimanfaatkan atau anak yang shaleh.” (HR. Muslim). Salah satu di antaranya adalah Pak Agus (bukan nama sebenarnya) seorang pengusaha apotik di Bandung Jawa Barat. Apotik Ebah Farma yang selama ini dikelolanya di wilayah Bandung ingin dijadikan sebagai aset produktif berdimensi dunia dan akhirat. Jalan yang ditempuh oleh Pak Agus adalah mewakafkan Ebah Farma melalui pengelolaan oleh Nadzir Dompet Dhuafa Jawa Barat (DD Jabar). Dalam pengelolaan Wakaf Produktif, aset wakaf dikelola dengan model bisnis sebagaimana adanya, akan tetapi hasil keuntungan bisnisnya disalurkan untuk mendanai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Pada bulan Juni 2009, Apotik Ebah Farma diserahkan secara formal ke DD Jabar. Wakaf Produktif Ebah Farma, kemudian dilengkapi oleh Buah Hati Farma sebagai aset wakaf yang dikelola oleh DD Jabar. Kedua aset wakaf ini memiliki nilai aset hampir 2 Milyar, dengan jumlah karyawan 20 orang dan total omzet sebesar Rp 450 juta. Keuntungan rata-rata yang dihasilkan dari kedua aset wakaf produktif ini adalah Rp 45 juta per bulan. Hasil keuntungan dari Ebah Farma dan Buah Hati Farma ini kemudian digunakan untuk membiayai kegiatan Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), Beasiswa Pemimpin Bangsa, Lembaga Pelayanan Masyarakat dan berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh DD Jabar. Dengan pendanaan kegiatan sosial dan pemberdayaan dari hasil keuntungan wakaf produktif ini, diharapkan kegiatan pemberdayaan yang dilakukan bisa lebih berkelanjutan. Mengelola wakaf produktif laksana menanam tunas kelapa yang kelak berbuah emas, karena manfaat sebatang pohon kelapa, mulai akar, batang, sampai daunnya, begitu terasa. Terlebih lagi buahnya, sangat bermanfaat. Mengelola aset wakaf produktif harus diusahakan menghasilkan keuntungan yang dapat dialirkan tanpa mengurangi modalnya. investasi wakaf produktif harus dilakukan pada usaha yang aman dan terjamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan atau diwariskan. Aset wakaf produktif yang sehat akan menghasilkan manfaat bagi pembiayaan kegiatan sosial atau pemberdayaan masyarakat. Apabila wakaf produktif terus berkembang luas, maka banyak sekali aset ekonomi yang bisa dikembangkan. Unit usaha yang hasilnya dapat digunakan untuk membiayai kegiatan sosial akan semakin bertambah banyak. Bahkan dalam jangka panjang pusat-pusat bisnis strategis yang dikelola dapat didedikasikan guna menutupi biaya operasional kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pada masa depan tidak tertutup kemungkinan akan ada hotel, apartemen, pusat perkantoran, mal, pasar swalayan dan convention center yang berasal dari wakaf produktif. Pada masa depan sangat mungkin di pusat-pusat bisnis di kota-kota besar akan hadir sarana bisnis yang berasal dari wakaf produktif. Semua entitas bisnis yang berasal dari wakaf produktif akan dikelola sehingga bisa menghasilkan laba yang akan digunakan untuk membelanjai kegiatan sosial atau pemberdayaan masyarakat. Akan lebih baik lagi, apabila ada sebuah perusahaan yang sudah berjalan dan telah menghasilkan keuntungan langsung diwakafkan. Dengan wakaf perusahaan yang telah menguntungkan, maka begitu wakaf itu diserahkan kepada nadzir sudah langsung menghasilkan manfaat untuk membiayai kegiatan sosial. Duet Wakaf Ebah Farma dan Buah Hati Farma adalah contoh bentuk wakaf perusahaan yang sudah berjalan dan menguntungkan. Kita terus menunggu munculnya sosok seperti Pak Agus yang tergerak mewakafkan perusahaan untuk mengabadikan manfaatnya kepada masyarakat dan mengalirkan pahala yang terus menerus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar