08 Oktober 2011

Beri 1 Dapat 2

Pak Iwan sudah lama memiliki rumah di atas tanah yang luasnya sekitar 500 meter persegi. Rumah ini disewakan kepada seseorang dengan harga tertentu. Pendapatan sewa ini biasanya dipakai untuk memperbaiki rumah dan melakukan perawatan agar rumah itu tampak bersih, rapi dan terlihat baik, sisanya diharapkan menjadi tambahan penghasilan. Namun beberapa tahun menyewakan rumah itu, Pak Iwan merasa bahwa tidak banyak hasil yang diperoleh dari pendapatan sewanya. Pada suatu hari, Pak Iwan tiba-tiba terpikir untuk menjadikan rumah itu sebagai sarana beribadah sosial. Kalaupun tidak mendapat penghasilan di dunia, akan mendapat “penghasilan” di akhirat, begitu pikir Pak Iwan. Pilihan ibadah sosial yang diambil Pak Iwan adalah akan mewakafkan rumahnya tersebut untuk dimanfaatkan bagi kegiatan sosial atau keagamaan. Niat Pak Iwan ini kemudian disampaikan kepada istri dan anak-anaknya. Keluarga Pak Iwan akhirnya sepakat mendukung niat mulia Pak Iwan. Dibantu anaknya, Pak Iwan mencari lembaga sosial yang kira-kira pantas menerima amanah wakaf rumahnya tersebut. Melalui pencarian di internet dan berbagai informasi yang diperoleh, sampailah pilihan Pak Iwan pada Dompet Dhuafa. Terjadilah pertemuan Pak Iwan dengan pihak Dompet Dhuafa. Pak Iwan akhirnya mendapat penjelasan tentang aktivitas Dompet Dhuafa (dan Tabung Wakaf Indonesia) yang telah sekian lama menjadi pengelola wakaf dalam mendukung kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Singkat cerita, akhirnya diserahkanlah rumah tersebut kepada Dompet Dhuafa sebagai amanah wakaf. Dompet Dhuafa kemudian memanfaatkan rumah Pak Iwan untuk kegiatan layanan kesehatan dan pelatihan keterampilan kerja serta kewirausahaan. Rumah yang merupakan harta wakaf itu, kemudian menjadi media bagi pemberian manfaat dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Tidak berapa lama setelah Pak Iwan mewakafkan rumahnya, Pak Iwan mendapatkan rizki yang besar. Tambahan penghasilan ini tentu saja meningkatkan pundi-pundi simpanannya. Entah bagaimana Pak Iwan kemudian terinspirasi untuk membeli rumah. Dibelilah rumah, bukan satu rumah yang mampu beliau beli, tapi dua rumah. Pak Iwan membeli satu rumah di Jakarta dan satu rumah lagi di Jogja. Pada suatu hari, ketika pak Iwan menghadiri sebuah pengajian, Pak ustad yang menjadi penceramahnya menjelaskan tentang janji-janji Allah terhadap amalan kebajikan hamba-Nya. Menurut penceramah tersebut Allah akan mengganti amalan sosial hamba-nya dengan ganti yang lebih baik dan lebih banyak. Begitu mendengar ceramah tersebut, sadarlah Pak Iwan bahwa amalan wakaf rumahnya telah dibalas dengan lebih banyak. Beliau merasa bahwa telah memberi (dengan berwakaf) satu buah rumah, tetapi akibatnya beliau mendapatkan dua rumah. Rasa syukur ini diceritakan Pak Iwan kepada personil Dompet Dhuafa. Pak Iwan mengatakan bahwa begitu cepat Allah SWT mengganti amalan kebaikannya. Bukan hanya mengganti dengan kebaikan di akhirat, tetapi juga secara langsung di dunia. Personil Dompet Dhuafa yang mendengar cerita Pak Iwan manggut-manggut dan bersyukur atas pengalaman “Beri 1 Dapat 2” yang dirasakan oleh Pak Iwan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar